Sabtu, 01 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
Kamis, 15 November 2012
Rabu, 09 Mei 2012
Minggu, 29 April 2012
Kamis, 15 Desember 2011
Kamis, 24 November 2011
Laporan Observasi Diagnosa LAN (Sekolah)
I. Pendahuluan
Ø IP Address
IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah system komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Dengan menentukan IP address berarti kita telah memberikan identitas yang universal bagi setiap interadce komputer. Jika suatu computer memiliki lebih dari satu interface (misalkan menggunakan dua ethernet) maka kita harus member dua IP address untuk computer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya.
Ø Subnetting
Subnetting adalah memindahkan garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address.Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network.
Subnetting juga dilakukan untuk mengatasi perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network. Router IP dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda hanya jika setiap network memiliki address network yang unik.
II. Tujuan
Agar siswa mampu menganalisa jaringan computer (subnetting) yang ada diluar lingkungan sekolah.
III. Tempat Observasi
Ø SMPN.9.Cimahi àJln. Maharmartanegara Kota Cimahi
IV. Alat dan Bahan
Ø Switch
Ø Beberapa PC (16 PC)
Ø Kabel LAN
Ø Alat tulis
V. LangkahKerja
Ø Berkunjung ke tempat observasi (SMPN 9 Cimahi)
Ø Lalu meminta izin dari pihak yang bersangkutan
Ø Setelah diizinkan, kami langsung melakukan analisa terhadap jaringan computer yang ada disana:
· Kami menggambar topologi jaringan computer yang ada disana, dan hasilnya sebagai berikut :
· Lalu kami melihat Jumlah host yang ada disana dan disana terdapat 16 host, lalu kami mencatat IP Address host yang ada disana ,hasilnya sebagai berikut :
- IP Address PC 1 : 192.168.1.6/24
- IP Address PC 2 : 192.168.1.7/24
- IP Address PC 3 : 192.168.1.8/24
- IP Address PC 4 : 192.168.1.9/24
- IP Address PC 5 : 192.168.1.10/24
- IP Address PC 6 : 192.168.1.11/24
- IP Address PC 7 : 192.168.1.12/24
- IP Address PC 8 : 192.168.1.13/24
- IP Address PC 9 : 192.168.1.14/24
- IP Address PC 10 : 192.168.1.15/24
- IP Address PC 11 : 192.168.1.16/24
- IP Address PC 12 : 192.168.1.17/24
- IP Address PC 13 : 192.168.1.18/24
- IP Address PC 14 : 192.168.1.19/24
- IP Address PC 15 : 192.168.1.20/24
- IP Address PC 16 : 192.168.1.21/24
· Ternyata setelah kami analisa disana tidak terdapat subnetting, lalu kami akan merencanakan pembuatan subnetting agar membagi network yang lebih besar menjadi lebih kecil serta agar tidak terjadi pemborosan IP.
· Lalu hasil subnetting yang kami buat adalah sebagai berikut :
Dikarenakan di tempat yang bersangkutan terdapat 16 host, maka :
16+2=18 <32
Untuk menentukan CIDR :
32 ---- 25, maka 32-5 =/27
Jadi jumlah host persubnet nya adalah : 32 host
Setelah diketahui CIDR nya, kami menentukan range subnet dan range IP address nya ,hasilnya sebagai berikut :
Subnet | Range IP Address |
192.168.1.0/27 | 192.168.1.1/27 –192.168.1.31/27 |
Setelah kami menentukan subnet, kami mendapatkan sisa yaitu :
192.168.1.32 - 192.168.1.255
192.168.1.32 - 192.168.1.255
VI. Kesimpulan
Ø Siswa mengetahui jaringan computer yang ada diluar sekolah, dan siswa mengetahui implementasi dari Subnetting
Ø Siswa menjadi terlatih untuk praktek kerja lapangan
Ø Ternyata disetiap network belum tentu ada “subnetting”
Kamis, 17 November 2011
Perhitungan Subnetting (VLSM)
Soal
1. Network awal 192.168.11.0/23, buatlah menjadi 16 subnetwork!
Network = 192.168.11.0/23 à16 subnetwork
Network = 192.168.11.0/23 à16 subnetwork
2n= 16 - n = 4 bit
Menentukan CIDR
23 bit awal + 4 bit = 27 bit untuk subnetwork (/27)
32 – 27 = 5 bit -----------bit sisa untuk host
banyak host = 2n – 2 = 30 host
24 x 25 = 512 ----- IP yang akan digunakan
Menentukan Range IP Awal-Akhir
Range IP awal hingga akhir : 192.168.10.0 - 192.168.11.255
Subnetwork
1. 192.168.10.0/27
2. 192.168.10.32/27
3. 192.168.10.64/27
4. 192.168.10.96/27
5. 192.168.10.128/27
6. 192.168.10.160/27
7. 192.168.10.192/27
8. 192.168.10.224/2
9. 192.168.11.0/27
10. 192.168.11.32/27
11. 192.168.11.64/27
12. 192.168.11.96/27
13. 192.168.11.128/27
14. 192.168.11.160/27
15. 192.168.11.192/27
16. 192.168.11.224/27
2. Network awal 19.168.10.14/26, buatlah menjadi 7 subnetwork!
Network = 192.168.10.14/26 ------ 7 subnetwork
Network = 192.168.10.14/26 ------ 7 subnetwork
2n = 7 -------- n= 3 bit (mendekati)
Menentukan CIDR
26 bit awal + 3 bit = 29 bit subnetwork (/29)
32 – 29 = 3 bit ------- banyak host = 23 – 2 = 6 host
23x23 = 64 ---------- IP yang akan digunakan
Range IP awal hingga akhir : 19.168.10.0 - 192.168.10.63
Subnetwork
1. 192.168.10.0/29
2. 192.168.10.8/29
3. 192.168.10.16/29
4. 192.168.10.24/29
5. 192.168.10.32/29
6. 192.168.10.40/29
7. 192.168.10.48/29
3. Network awal 192.168.112.0/20, tentukan alokasi subnetwork yang masing- masing terdiri atas 600 host !
Network = 192.168.112.0/20 ---------- 600 host/subnetwork
Network = 192.168.112.0/20 ---------- 600 host/subnetwork
2n – 2 = 600 ------- n = 10 bit untuk host
1024 – 2 = 1022 (lebih tetapi mendekati)
32 – 10 = 22 bit ---------- bit yang digunakan untuk subnetwork
22 – 20 = 2 bit, maka 22 = 4 subnetwork(/22)
22 X 210 = 4096 IP yang digunakan
Menentukan Range IP Awal-Akhir
Range IP awal hingga akhir : 192.168.112.0 -------- 192.168.124.255
Alokasi Subnetwork
Subnetwork IP awal IP akhir
192.168.112.0/22 192.168.112.1/22------192.168.115.254/22
192.168.116.0/22 192.168.116.1/22------192.168.119.254/22
192.168.120.0/22 192.168.120.1/22 ------192.138.123.254/22
192.168.124.0/22 192.168.124.1/22------192.138.128.254/22
4. Network awal 100.100.10.10/28, tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host!
Network = 100.100.10.10/28 ------- 8 IP/subnetwork
Network = 100.100.10.10/28 ------- 8 IP/subnetwork
Nb : 8 IP, tidak mungkin mendapatkan 8 host
2n = 8 ------- n = 3 bit yang bukan digunakan untuk IP subnetwork
Maka, 8 = 8
Menentukan CIDR
32 – 3 = 29 bit yang digunakan untuk IP subnetwork
29 – 28 = 1 bit ------ maka 21 = 2 subnetwork (/29)
21 x 23= 16 IP yang akan digunakan
Menentukan Range IP Awal-Akhir
Range IP awal hingga akhir : 100.100.10.0 - 100.100.10.16
Subnetwork IP awal IP akhir
100.100.10.0/29 100.100.10.1/29 ------- 100.100.10.6/29
100.100.10.8/29 100.100.10.9/29 ------- 100.100.10.14/29
Jadi jumlah yang didapat adalah 6 IP host/subnetwork, jadi tidak mungkin terdapat 8 IPhost/subnetwork.
Kamis, 10 November 2011
Tugas Diagnosa LAN IP Address(Subnetting)
5. Dik : IP Address sebuah network =192.168.11.0/23
32-27=5 ----------- 25=32 host/subnet
192.168.11.96/27 ------ 192.168.11.97/27-192.168.11.126/27
192.168.11.128/27 ------ 192.168.11.129/27-192.168.11.158/27
192.168.11.160/27 ------ 192.168.11.161/27-192.168.11.190/27
192.168.11.192/27 ------ 192.168.11.193/27-192.168.11.222/27
192.168.11.224/27 ------ 192.168.11.225/27-192.168.11.254/27
192.168.12.96/27 ------ 192.168.12.97/27-192.168.12.126/27
192.168.12.128/27 ------ 192.168.12.129/27-192.168.12.158/27
192.168.12.160/27 ------ 192.168.12.161/27-192.168.12.190/27
192.168.12.192/27 ------ 192.168.12.193/27-192.168.12.222/27
192.168.12.224/27 ------ 192.168.12.225/27-192.168.12.254/27
6. Dik : IP Address sebuah network =192.168.10.14/26
26+3=29
192.168.10.38/29 ------ 192.168.10.39/27-192.168.10.44/29
192.168.10.46/29 ------ 192.168.10.47/27-192.168.10.52/29
192.168.10.54/29 ------ 192.168.10.55/27-192.168.10.60/29
192.168.10.62/29 ------ 192.168.10.63/27-192.168.10.68/29
7. Dik : IP Address sebuah network =192.168.112.0/20
n=10
192.168.124.0/22 ------ 192.168.124.1/22-192.168.124.92/22
8. Dik : IP Address sebuah network =100.100.10.10/28
24=16 ------ 16/8=2 subnetwork
Dit : Buatlah menjadi 16 subnetwork!
Jawab : 192.168.11.0/23
16=2n ------ n=432-27=5 ----------- 25=32 host/subnet
Subnet Range IP
192.168.11.0/27 ------ 192.168.11.1/27- 192.168.11.30/27
192.168.11.32/27 ------ 192.168.11.33/27-192.168.11.62/27
192.168.11.64/27 ------ 192.168.11.65/27-192.168.11.94/27192.168.11.96/27 ------ 192.168.11.97/27-192.168.11.126/27
192.168.11.128/27 ------ 192.168.11.129/27-192.168.11.158/27
192.168.11.160/27 ------ 192.168.11.161/27-192.168.11.190/27
192.168.11.192/27 ------ 192.168.11.193/27-192.168.11.222/27
192.168.11.224/27 ------ 192.168.11.225/27-192.168.11.254/27
192.168.12.0/27 ------ 192.168.12.1/27- 192.168.12.30/27
192.168.12.32/27 ------ 192.168.12.33/27-192.168.12.62/27
192.168.12.64/27 ------ 192.168.12.65/27-100.100.0.94/27192.168.12.96/27 ------ 192.168.12.97/27-192.168.12.126/27
192.168.12.128/27 ------ 192.168.12.129/27-192.168.12.158/27
192.168.12.160/27 ------ 192.168.12.161/27-192.168.12.190/27
192.168.12.192/27 ------ 192.168.12.193/27-192.168.12.222/27
192.168.12.224/27 ------ 192.168.12.225/27-192.168.12.254/27
6. Dik : IP Address sebuah network =192.168.10.14/26
Dit : Buatlah menjadi 7 subnetwork!
Jawab : 192.168.10.14/26
2n >7 ------ n=326+3=29
32-29=3
23=8 ------ 8 host/subnet
Subnet Range IP
192.168.10.14/29 ------ 192.168.10.15/29- 192.168.10.20/29
192.168.10.22/29 ------ 192.168. 10.23/27-192.168.10.28/29
192.168.10.30/29 ------ 192.168.10.31/27-192.168.10.36/29192.168.10.38/29 ------ 192.168.10.39/27-192.168.10.44/29
192.168.10.46/29 ------ 192.168.10.47/27-192.168.10.52/29
192.168.10.54/29 ------ 192.168.10.55/27-192.168.10.60/29
192.168.10.62/29 ------ 192.168.10.63/27-192.168.10.68/29
7. Dik : IP Address sebuah network =192.168.112.0/20
Dit : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 600 host!
Jawab : 192.168.112.0/20
600+2 < 2nn=10
32-10=22
Subnet Range IP
192.168.112.0/22 ------ 192.168.112.1/22-192.168.114.92/22
192.168.116.0/22 ------ 192.168.116.1/22-192.168.118.92/22
192.168.120.0/22 ------ 192.168.120.1/22-192.168.122.92/22192.168.124.0/22 ------ 192.168.124.1/22-192.168.124.92/22
8. Dik : IP Address sebuah network =100.100.10.10/28
Dit : Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host!
Jawab : 100.100.10.10/28
32-28=424=16 ------ 16/8=2 subnetwork
2n=2
n=1 ------ 28+1=29
Subnet Range IP
100.100.10.10/29 ------ 100.100.10.11/29-100.100.10.16/29
100.100.10.18/29 ------ 100.100.10.19/29-100.100.10.24/29
Sabtu, 24 September 2011
(Instalasi LAN)Network Device
Network device
meliputi semua perlatan yang menghubungkan end user device sehingga mereka dapat saling berkomunikasi.
End – user device yang menghubungkan user dengan suatu koneksi ke jaringan dijuga disebut host. Host devices dihubungkan ke network media melalui network interface card (NIC). Setiap NIC memiliki kode unik yang dikenal dengan nama MAC Address. Address ini mengontrol komunikasi data host dalam LAN. NIC sekaligus mengontrol access host ke medium.
Gambar Network Interface Card
Hub
Berfungsi untuk menghasilkan kembali signal – signal jaringan. Karekteristik dari hub sama dengan repeater. Hub mempunyai banyak port dan ketika satu paket tiba pada satu port, paket tersebut dicopi ke port – port lainnya sehingga semua segment LAN dapat melihat semua paket. Sifat – sifat dari hub :
Ø Hub menguatkan signal
Ø Hub mempropagasi signal melalui jaringan
Ø Hub tidak melakukan filterisasi
Ø Hub tidak memerlukan penentuan path ataupun switching
Ø Hub digunakan sebagai titik konsentrasi jaringan
Gambar Cisco Hub
Switch
Seperti dengan bridge, switch menghubungkan LAN segment menggunakan MAC address untuk menentukan segment dimana frame akan ditransmisikan dan mengurangi traffic. Switch beroperasi jauh lebih cepat dari bridge.
Switch seperti bridge, menghubungkan segment – segment LAN menjadi jaringan yang lebih besar dan meneruskan lalu lintas jaringan berdasarkan pada MAC Address. Karena dalam switch proses switching dilakukan dalam hardware, maka prosesnya jauh lebih cepat dari proses switching pada bridge yang dilakukan dengan menggunakan software. Setiap port switch bertindak sebagai bridge yang terpisah dan memberikan setiap host bandwidth yang penuh sesuai medianya. Proses ini dikenal dengan microsegmentasi.
Gambar Cisco Switch
Router
Adalah peralatan jaringan (network device) yang melewatkan paket antara jaringan berdasarkan alamat – alamat pada layer 3. Router dapat membuat keputusan berdasarkan path yang terbaik untuk membawa data dalam jaringan karena router meneruskan data berdasarkan alamat jaringan. Dengan kata lain tidak seperti switch atau bridge, router tahu lokasi dimana data dikirim.
Bekerja pada layer 3 membuat router membuat keputusan berdasarkan network address. Router dapat juga menghubungkan teknologi – teknologi layer 2 yang berbeda seperti Ethernet, Token Ring dan Fiber Distributed data Interfaces (FDDI).
Router berfungsi untuk memeriksa paket yang data (incoming paket), memilih path atau saluran yang terbaik kemudian mengswitchnya ke port keluaran yang sesuai.
router dibagi menjadi 2:
-Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan
-Dynamic router (router dinamis): Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara ke sesama router.
-Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan
-Dynamic router (router dinamis): Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara ke sesama router.
Gambar Cisco Router
Repeater
digunakan untuk menghitung pelemahan yang terjadi ketika sinyal telah melewati jarak yang jauh (misalnya, melewati lautan). Dengan kata lain, repeater seharusnya digunakan untuk menambahkan jarak dari network, bukan kepadatannya.
Sumber:
digunakan untuk menghitung pelemahan yang terjadi ketika sinyal telah melewati jarak yang jauh (misalnya, melewati lautan). Dengan kata lain, repeater seharusnya digunakan untuk menambahkan jarak dari network, bukan kepadatannya.
Sumber:
Kamis, 22 September 2011
(Diagnosa LAN)IEEE
Standar IEEE 802 terdiri dari keluarga standar jaringan yang mencakup spesifikasi lapisan fisik teknologi dari Ethernet ke nirkabel. IEEE 802 is subdivided into 22 parts that cover the physicand data-link aspects of networking. IEEE 802 dibagi menjadi 22 bagian yang mencakup aspek fisik dan data-link jaringan. The better known specifications (bold in table below) include 802.3 Ethernet, 802.11 Wi-Fi, 802.15 Bluetooth/ZigBee, and 802.16. Spesifikasi lebih dikenal (berani dalam tabel di bawah) meliputi 802,3 Ethernet, 802.11 Wi-Fi, Bluetooth 802,15 / ZigBee, dan 802.16.
Semua 802,11 spesifikasi menggunakan protokol Ethernet dan Carrier Sense Multiple Access dengan Collision Avoidance (CSMA / CA) untuk berbagi jalur. The original modulation used in 802.11 was phase-shift keying (PSK). Modulasi asli yang digunakan dalam fase-802.11 adalah shift keying (PSK). However, other schemes, such as complementary code keying (CCK), are used in some of the newer specifications. Namun, skema lain, seperti kode komplementer keying (CCK), digunakan dalam beberapa spesifikasi baru. The newer modulation methods provide higher data speed and reduced vulnerability to interference. Metode modulasi baru memberikan kecepatan data yang lebih tinggi dan kerentanan yang berkurang terhadap gangguan.
| 802 802 | Overview Ikhtisar | Basics of physical and logical networking concepts. Dasar-dasar dari konsep jaringan fisik dan logis. |
| 802.1 802.1 | Bridging Menjembatani | LAN/MAN bridging and management. LAN / MAN bridging dan manajemen. Covers management and the lower sub-layers of OSI Layer 2, including MAC-based bridging (Media Access Control), virtual LANs and port-based access control. Meliputi manajemen dan rendah sub-lapisan dari OSI Layer 2, termasuk MAC berbasis bridging (Media Access Control), dan port LAN virtual berbasis kontrol akses. |
| 802.2 802.2 | Logical Link Logis Tautan | Commonly referred to as the LLC or Logical Link Control specification. Umumnya disebut sebagai LLC atau spesifikasi Logical Link Control. The LLC is the top sub-layer in the data-link layer, OSI Layer 2. LLC adalah sub-lapisan atas dalam lapisan data-link, OSI Layer 2. Interfaces with the network Layer 3. Antarmuka dengan Layer 3 jaringan. |
| "Grandaddy" of the 802 specifications. "Grandaddy" dari 802 spesifikasi. Provides asynchronous networking using "carrier sense, multiple access with collision detect" (CSMA/CD) over coax, twisted-pair copper, and fiber media. Menyediakan jaringan asynchronous menggunakan "carrier sense, multiple access dengan mendeteksi tabrakan" (CSMA / CD) dari membujuk, twisted-pair tembaga, dan media serat. Current speeds range from 10 Mbps to 10 Gbps. Click for a list of the "hot" 802.3 technologies . Saat ini kecepatan berkisar dari 10 Mbps sampai dengan 10 Gbps. Klik untuk daftar dari "panas" teknologi 802.3 . | ||
| 802.4 802.4 | Token Bus Token Bus | Disbanded Dibubarkan |
| 802.5 802.5 | The original token-passing standard for twisted-pair, shielded copper cables. Standar token asli untuk twisted-pair, kabel tembaga terlindung. Supports copper and fiber cabling from 4 Mbps to 100 Mbps. Mendukung tembaga dan kabel serat dari 4 Mbps sampai 100 Mbps. Often called "IBM Token-Ring." Sering disebut "IBM Token-Ring." | |
| 802.6 802.6 | Distributed queue dual bus (DQDB) Terdistribusi antrian bus ganda (DQDB) | "Superseded **Revision of 802.1D-1990 edition (ISO/IEC 10038). 802.1D incorporates P802.1p and P802.12e. It also incorporates and supersedes published standards 802.1j and 802.6k. Superseded by 802.1D-2004." "Diganti ** Revisi dari edisi 802.1D-1990 (ISO / IEC 10038) 802.1D menggabungkan P802.1p dan P802.12e.. Hal ini juga menggabungkan dan menggantikan standar diterbitkan 802.1j dan 802.6k. Diganti oleh 802.1D-2004." (See IEEE status page .) (Lihat halaman status IEEE .) |
| 802.7 802.7 | Broadband LAN Practices Broadband LAN Praktek | Withdrawn Standard. Ditarik Standar. Withdrawn Date: Feb 07, 2003. Ditarik Tanggal: 7 Februari 2003. No longer endorsed by the IEEE. Tidak lagi didukung oleh IEEE. (See IEEE status page .) (Lihat halaman status IEEE .) |
| 802.8 802.8 | Fiber Optic Practices Fiber Optic Praktek | Withdrawn PAR. Ditarik PAR. Standards project no longer endorsed by the IEEE. Standar proyek tidak lagi didukung oleh IEEE. (See IEEE status page .) (Lihat halaman status IEEE .) |
| 802.9 802.9 | Integrated Services LAN Pelayanan Terpadu LAN | Withdrawn PAR. Ditarik PAR. Standards project no longer endorsed by the IEEE. Standar proyek tidak lagi didukung oleh IEEE. (See IEEE status page .) (Lihat halaman status IEEE .) |
| 802.10 802.10 | Interoperable LAN security Interoperable pengamanan LAN | Superseded **Contains: IEEE Std 802.10b-1992. Diganti ** Mengandung: 802.10b IEEE Std-1992. (See IEEE status page .) (Lihat halaman status IEEE .) |
| Wireless LAN Media Access Control and Physical Layer specification. LAN nirkabel Media Access Control dan Physical Layer spesifikasi. 802.11a,b,g,etc. 802.11a, b, g, dll are amendments to the original 802.11 standard. adalah amandemen standar 802.11 yang asli. Products that implement 802.11 standards must pass tests and are referred to as "Wi-Fi certified." Produk yang menerapkan 802,11 standar harus lulus tes dan disebut sebagai "Wi-Fi bersertifikat." | ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| | ||
| ||
| ||
| 802.11x 802.11x |
| |
| 802.12 802.12 | Demand Priority Permintaan Prioritas | Increases Ethernet data rate to 100 Mbps by controlling media utilization. Meningkatkan Ethernet kecepatan data hingga 100 Mbps dengan pemanfaatan media yang mengendalikan. |
| 802.13 802.13 | Not used Tidak digunakan | Not used Tidak digunakan |
| 802.14 802.14 | Cable modems Kabel modem | Withdrawn PAR. Ditarik PAR. Standards project no longer endorsed by the IEEE. Standar proyek tidak lagi didukung oleh IEEE. |
| Wireless Personal Area Networks Wireless Personal Area Networks | ||
| 802.15.1 802.15.1 | Short range (10m) wireless technology for cordless mouse , keyboard, and hands-free headset at 2.4 GHz. Kisaran pendek (10m) teknologi nirkabel untuk tikus nirkabel , keyboard, dan hands-free headset di 2,4 GHz. | |
| 802.15.3a 802.15.3a | UWB UWB | Short range, high-bandwidth " ultra wideband " link Jarak pendek, tinggi-bandwidth " ultra-wideband "link |
| 802.15.4 802.15.4 | Short range wireless sensor networks Nirkabel jarak pendek jaringan sensor | |
| 802.15.5 802.15.5 |
| |
| Wireless Metropolitan Area Networks Wireless Metropolitan Area Networks | This family of standards covers Fixed and Mobile Broadband Wireless Access methods used to create Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs.) Connects Base Stations to the Internet using OFDM in unlicensed (900 MHz, 2.4, 5.8 GHz) or licensed (700 MHz, 2.5 – 3.6 GHz) frequency bands. Keluarga ini meliputi standar metode Fixed dan Mobile Broadband Wireless Access yang digunakan untuk membuat Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs.) Menyambungkan Stasiun Base untuk Internet menggunakan OFDM pada berlisensi (900 MHz, 2,4, 5,8 GHz) atau berlisensi (700 MHz, 2,5 - 3,6 GHz) band frekuensi. Products that implement 802.16 standards can undergo WiMAX certification testing. Produk yang menerapkan standar 802.16 dapat menjalani WiMAX uji sertifikasi. | |
| 802.17 802.17 | ||
| 802.18 802.18 | Radio Regulatory TAG Radio Peraturan TAG | |
| 802.19 802.19 | Coexistence Koeksistensi | |
| 802.20 802.20 | Mobile Broadband Wireless Access Mobile Broadband Wireless Access | |
| 802.21 802.21 | Media Independent Handoff Media Independen Handoff | |
| 802.22 802.22 | Wireless Regional Area Network Wireless Area Network Daerah |
Langganan:
Postingan (Atom)
